 |
Andriyanto Setyawan, Jurusan Teknik Refrigerasi dan Tata Udara, Politeknik Negeri Bandung
|
January 8, 2009
Kegiatan Refri Polban awal 2009
Berita ringkas awal tahun.
Perkuliahan untuk mahasiswa Polban dimulai lagi tanggal 5 Januari 2009 setelah kegiatan perkuliahan diliburkan selama dua minggu, mulai 22 Desember 2008. Selamat bekerja lagi untuk anak-anakku tersayang.
Tanggal 28 Desember 2008 sampai 6 Februari 2009 di Jurusan Teknik Refrigerasi dan Tata Udara diselenggarakan pelatihan untuk para teknisi dari SSVTE RDTL (Secretariat of State for Vocational Training and Employment, Republica Democratica de Timor Leste). Pelatihan meliputi instalasi dan perawatan mesin refrigerasi domestik, instalasi dan perawatan AC domestik, dan instalasi dan perawatan AC automotif.
Peserta pelatihan berjumlah 10 orang, terbagi atas 2 batch. Batch pertama terdiri atas 6 orang yang memulai pelatihan pada 30 Desember 2008, sedangkan 4 sisanya mulai bergabung pada 13 Januari 2009.
Selain menjalani pelatihan praktek dan teori, peserta juga akan mengunjungi beberapa industri yang terkait bidang pendingin dan tata udara, antara lain PT Panasonic Indonesia di Bekasi, dan beberapa industri di Bandung seperti PT Ultrajaya dan PT Ceres. Rencana semula, peserta juga akan mengunjungi PT Bitzer di Gunung Putri Bogor, namun keterbatasan waktu membuat kunjungan tersebut dibatalkan. Mohon maaf Pak Henky, mudah-mudahan lain waktu kami bisa berkunjung ke Bitzer.
Minggu ketiga bulan Januari juga akan diwarnai dengan pelatihan perawatan mesin pendingin dari PT Semen Gresik yang dikoordinasikan oleh Pak Windy. Rencananya, pelatihan akan dimulai 12 Januari 2009.
January 2, 2008
SKN Mengukur Besaran Listrik dan Udara
Standar Kompetensi bidang Teknik Pendingin
SKN: Mengukur Besaran Listrik dan Udara
STANDAR KOMPETENSI
BIDANG TEKNIK PENDINGIN
Kode Unit : TP-U2-OO-A
Judul Unit : Mengukur besaran Listrik dan Udara
Uraian Unit : Unit ini mengidentifikasi kompetensi yang diperlukan dalam
mengukur besaran listrik dan udara dalam sistem tata udara
Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja
1. Mempersiapkan
pengukuran
besaran dalam
tata udara
1.1. Pengukuran besaraan tata udara harus mengikuti prosedur
dan SOP yang ditentukan
1.2. Selalu bersifat koordinatif dengan pimpinan agar dihasil
kan pekerjaan seefisien mungkin
1.3. Alat ukur multimeter atau voltmeter dan amperemeter atau
tangmeter, wattmeter dan cos-phimeter dan peralatan
pembantu (kabel-rol, bateraai, dll) untuk mengukur
besaran listrik disiapkan.
1.4. Termometer untuk mengukur temperatur bola kering
disiapkan
1.5. Termometer dengan balutan kain basah untuk mengukur
temperatur bola basah disiapkan
1.6. Alat hygrometer atau pasangan kedua termometer yang
dilengkapi dengan kipas hisap untuk mengukur temperatur
bola kering dan bola basah disiapakan. Bila tidak tersedia
higrometer, kedua termometer bola kering dan basah diikat
dengan tali pengikat.
1.7. Psychometric Chart disiapkan untuk mengetahui
kelembaban dan entalpi udara dengan data temperatur bola
kering dan bola basah.
2. Mengukur
besaran listrik
2.1. Semua pengukuran harus sesuai dengan prosedur
pengukuran yang ditentukan.
2.2. Dilakukan pengukuran tegangan listrik memakai voltmeter
atau multimeter sesuai prosedur pengukuran tegangan
listrik.
2.3. Dilakukan pengukuran arus listrik memakai Amperemeter
atau multimeter atau tangmeter sesuai prosedur pengukur
an arus listruk yang ditentukan
2.3. Pengukuran daya/power alat dengan memakai wattmeter
sesuai dengan prosedur pengukuran daya listrik yang
ditentukan baik untuk satu ataupun tiga phase.
2.4. Pengukuran efektifitas mesin dengan menggunakan cosphimeter
sesuai dengan prosedur pengukuran cos-phi
yang ditentukan.
3. Mengukur
temperatur dan
kelembaban dan
entalpi udara
ruangan
3.1. Semua pengukuran harus sesuai dengan prosedur
pengukuran yang ditentukan
3.2. Pengukuran temperatur bola basah dan kering dilakukan
dengan memakai alat hygrometer atau tali pemutar sesuai
prosedur yang ditetapkan.
3.3. Penentuan harga kelembaban mutlak, kelembaban nisbi
dan entalpi udara ruangan dilihat pada Psychometric
Chart sesuai prosedur yang ditentukan.
4. Mengevaluasi
dan memeriksa
hasil pemasangan
4.1. Selama pekerjaan berlangsung kualitas hasil pekerjaan
selalu diperiksa agar tidak terjadi pengulangan pekerjaan.
4.2. Hasil pekerjaan selalu diperiksa dengan seksama di akhir
pekerjaan untuk meyakinkan hasil kerja sesuai dengan
yang diharapkan
4.3. Bila terjadi penyimpangan/masalah harus didiskusikan
dengan pimpinan atau seorang ahli yang berwenang
sesauai prosedur yang berlaku.
4.4. Semua pekerjaan dilaporkan kepada pemberi kerja sesuai
dengan tugasnya.
Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja :
Batasan Konteks :
Standar kompetensi ini digunakan untuk pengukuran besaran listrik
(tegangan, arus, daya dan cos-phi/efektifitas mesin) dan besaran udara ruangan
(temperatur bola kering, temperatur bola basah, kelembaban mutlak,
kelembaban relatif/nisbi dan entalpi)
Sumber informasi/dokumen dapat termasuk :
· SOP Perusahaan
· Psychometyric Chart.
· Spesifikasi pabrik termometer dan alat ukur listrik
· Kode area lokasi pengukuran
· Musim dan keadaan cuaca (data meteorologi & geofisika)
· Sistem perundang-undangan
Pelaksananaan K-3 harus memenuhi :
· Undang-undang K-3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)
· Penghargaan dibidang industri.
Sumber-sumber dapat termasuk :
· Spesifikasi alat ukur listrik, termometer, hygrometer
· Metode pengukuran besaran listrik, temperatur udara, kelembaban
udara.
· Akurasi alat ukur.
Kegiatan :
Kegiatan pengukuran dilaksanakan ditempat (in situ)
Panduan penilaian :
Konteks :
· Pengetahuan dan ketrampilan dasar dapat dinilai melalui pekerjaan dan
tanya jawab.
· Penilaian ketrampilan dapat dilakukan setelah periode pelatihan yang
diawasi dan mealakukan sendiri pada tipe pekerjaan yang sama. Jika
kondisi tempat kerja tidak memungkinkan, penilaian dapat dilakukan
dengan simulasi.
· Hasil yang telah ditetapkan harus dapat tercapai tanpa pengawasan
langsung.
Aspek-aspek kritis/penting :
Kompetensi penting diamati secara menyeluruh agar mampu menerapkan
kompetensi pada keadaan yang berubah-ubah dan merespon situasi yang
berbeda pada beberapa aspek berikut :
· Pemahaman dan komunikasi informasi pekerjaan pengukuran besaran
listrik, temperatur dan kelembaban serta entalpi udara.
· Tingkat pemahaman dan pembacaan Psychometric Chart.
· Prosedur pengukuran sesuai SOP.
Pengetahuan dasar :
· Teknik Pengukuran temperatur, kelembaban udara dan besaran listrik
· Jenis aliran listrik yang diukur, satu phase, tiga phase..
Penilaian Praktek :
· Mengakses, memahami dan menerapkan informasi teknis.
· Menggunakan peralatan dan perlengkapan yang sesuai
· Mem-file data
· Menyusun jadual perawatan berkala.
Kompetensi Kunci dan Level : Bobot
· Mengumpulkan, menganalisa dan mengatur informasi 2
· Menkomunikasikan gagasan dan informasi 1
· Merencanakan dan mengorganisasir kegiatan 1
· Bekerjasama dengan orang lain 1
· Menggunakan konsep dan teknik matematika 1
· Pemecahan masalah 1
· Menggunakan teknologi 1
Unjuk Kerja dan Ketrampilan yang diperlukan :
1. Melakujkan proses kerja yang terbatas, pengetahuan dan ketrampilan
kognitif terbatas, jenis pekerjaan berulang, bekerja dibawah
pengawasan langsung dan ketat.
2. Melaksanakan tugas rutin dengan prosedur yang tetap, pengetahuan
operasional dan teori dasar, semi trampil, pemecahan masalah yang
sudah biasa, dengan ide-ide terbatas dan bekerja dibawah pengawasan
dan kendali mutu.
SKN : Memasang Mesin Tata Udara Domestik
Republik Indonesia Standar Kompetensi Nasional bidang Teknik Pendingin
STANDAR KOMPETENSI
BIDANG TEKNIK PENDINGIN
Kode Unit : TP-P6-TU-A
Judul Unit : Memasang Mesin Tata Udara Domestik
Uraian Unit : Unit ini mengidentifikasi kompetensi yang diperlukan dalam
pemasangan mesin tata udara rumah tangga/domestik
Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja
1. Mempersiapkan
pemasangan
mesin
1.1. Dipersiapkan peralatan pemasangan mesin tata udara yang
mengikuti prosedur dan SOP yang ditentukan
1.2. Selalu bersifat koordinatif dengan pimpinan agar
menghasilkan pekerjaan seefisien mungkin
1.3. Ruangan yang akan dipasang mesin tata udara didiagnosis
1.4. Mesin pendingin dengan jenis dan spesifikasi mesin yang
sesuai dengan beban pendinginan ruangan atau sesuai
pesanan pemakai disiapkan.
1.5. Lokasi pemasangan didignosis, indoor dan outdoor unit.
1.6. Kelengkapan bahan yang akan dipakai disiapkan: minyak
pelumas, grease, pipa tembaga/aluminium, soket
penyambung, belokan pipa, reciever, desican, isolator
pipa, dll.
1.7. Peralatan pemasangan : flaring pipa, alat las/ blazing,
solder, kompresor udara, disiapkan dan diurutkan sesuai
prosedur pemasangan.
1.8. Alat pengisian dan tabung refrijeran disiapkan sesuai
dengan spesifikasi pabrik mesin tata udara.
1.9. Peralatan perkakas bongkar pasang dan alat ukur yang
diperlukan disiapkan agar dapat bekerja dengan baik dan
aman
2. Memasang
mesin tata
udara/pendingin
2.1. Pemasangan mesin tata udara rumah tangga dilaksanakan
sesuai prosedur SOP yang ditentukan
2.2. Debu/kotoran luar dibersihkan dengan cairan pembersih
tanpa merusak bahan mesin
2.3.. Kondensor dan evaporator bagian luar dibersihkan dengan
kompresor udara hisap (vacum cleaner) setelah diberi
disinfectan dan cairan pembersih.
2.4. Mesin tata udara rumah tangga baik indoor maupun
outdoor unit dipasang sesuai dengan urutan dan prosedur
(SOP) yang ditentukan.
2.5. Isolator pipa dipasang disisi dingin sesuai persyaratan yang
ditentukan.
2.6. Alat ukur, alat kontrol dan asesori diidentifikasi dan bila
terjadi ketidak beresan dilakukan perbaikan seperlunya.
2.7. Peralatan yang rusak dan tidfak bisa diperbaiki diganti
dengan alat baru dan segera dipasang tanpa adanya
kerusakan alat.
2.8. Setelah semua peralatan terpasang dengan lengkap dilakukan
pengisian refrijeran sesuai dengan prosedur pengisian
2.9. Dilakukan installing mesin, setting temperatur dan diukur
temperatur ruangan sesuai dengan ketentuan.
2.10. Semua pemasangan mesin tata udara dilaksanakan
dengan tidak ada kesalahan berarti dan tidak mengulangi
pekerjaan
2.11.Dilakukan percobaan start didepan pemberi kerja sesuai
prosedur yang ditentukan
3. Mengevaluasi
dan memeriksa
hasil pemasangan
3.1. Selama pekerjaan berlangsung semua hasil pekerjaan
selalu diperiksa agar tanpa kesalahan dan pengulangan
pekerjaan
3.2. Semua pekerjaan harus dilaksanakan sesuai jadual
pekerjaan dalam perjanjian bersama.
3.3. Setelah semua pekerjaan selesai dilaksanakan komisioning
dihadapan user dan pemberi kerja
Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja :
Batasan Konteks :
Standar kompetensi ini digunakan untuk pemasangan mesin tata udara
rumah tangga/domestik.
Sumber informasi/dokumen dapat termasuk :
· SOP Perusahaan
· Spesifikasi pabrik mesin pendingin
· Spesifikasi elemen kontrol.
· Spesifikasi refrijeran yang dipakai.
· Metode perlindungan
Pelaksananaan K-3 harus memenuhi :
· Undang-undang K-3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)
· Penghargaan dibidang industri.
Sumber-sumber dapat termasuk :
· Buku referensi, Pemasangan mesin AC, Pengisian refrijeran.
· Peralatan tangan, peralatan tenaga listrik, peralatan kompresor,
peralatan bongkar-pasang, alat pengukuran, pengujian kebocoran
refrijeran, alat pengisian refrijeran.
· Bahan kimia pembersih dan lap pembersih.
· Pompa vacum dan tangki refrijeran.
Kegiatan :
Kegiatan perawatan dilaksanakan ditempat dan kegiatan perbaikan
dilaksanakan di bengkel dengan sistem koordinasi alat maupun SDM yang
baik.
Panduan penilaian :
Konteks :
· Pengetahuan dan ketrampilan dasar dapat dinilai melalui pekerjaan dan
tanya jawab.
· Penilaian ketrampilan dapat dilakukan setelah periode pelatihan yang
diawasi dan mealakukan sendiri pada tipe pekerjaan yang sama. Jika
kondisi tempat kerja tidak memungkinkan, penilaian dapat dilakukan
dengan simulasi.
· Hasil yang telah ditetapkan harus dapat tercapai tanpa pengawasan
langsung.
Aspek-aspek kritis/penting :
Kompetensi penting diamati secara menyeluruh agar mampu menerapkan
kompetensi pada keadaan yang berubah-ubah dan merespon situasi yang
berbeda pada beberapa aspek berikut :
· Pemahaman dan komunikasi informasi pekerjaan pemasangan mesin
tata udara.baik indoor dan outdoor unit.
· Prosedur pemasangan, syarat-sayarat pemasangan outdoor unit sesuai
SOP. Saat installing dijamin mesin dapat hidup.
· Bahan kimia dan lap pembersih.
Pengetahuan dasar :
· Pengukuran temperatur
· Instalasi teknik pendingin, pemasangan indoor dan outdoor unit
· Syarat isolator pipa dingin.
· Instalasi listrik rumah tangga.
· Pemipaan refrijeran, metode blazing, flaring dan penyambungan pipa
· Bahan pembersih kimiawi
Penilaian Praktek :
· Mengakses, memahami dan menerapkan informasi teknis.
· Menggunakan peralatan dan perlengkapan yang sesuai
· Mem-file data
· Menyusun jadual perawatan berkala.
Kompetensi Kunci dan Level : Bobot
· Mengumpulkan, menganalisa dan mengatur informasi 1
· Menkomunikasikan gagasan dan informasi 2
· Merencanakan dan mengorganisasir kegiatan 1
· Bekerjasama dengan orang lain 2
· Menggunakan konsep dan teknik matematika 1
· Pemecahan masalah 2
· Menggunakan teknologi 1
Unjuk Kerja dan Ketrampilan yang diperlukan :
1. Melakujkan proses kerja yang terbatas, pengetahuan dan ketrampilan
kognitif terbatas, jenis pekerjaan berulang, bekerja dibawah
pengawasan langsung dan ketat.
2. Melaksanakan tugas rutin dengan prosedur yang tetap, pengetahuan
operasional dan teori dasar, semi trampil, pemecahan masalah yang
sudah biasa, dengan ide-ide terbatas dan bekerja dibawah pengawasan
dan kendali mutu
SKN : Merencara Instalasi Pemipaan Refrijeran Primer
Republik Indonesia Standar Kompetensi Nasional bidang Teknik Pendingin
STANDAR KOMPETENSI
BIDANG TEKNIK PENDINGIN
Kode Unit : TP-D1-OO-A
Judul Unit : Merencanakan Instalasi Pemipaan Refrijeran Primer
Uraian Unit : Unit ini mengidentifikasi kompetensi yang dibutuhkan untuk
merencanakan instalasi pipa refrijeran primer pada sistem
pendingin
Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja
1. Mempersiapkan
perencanaan
instalasi
pemipaan
1.1. Semua proses perencanaan harus mengikuti prosedur
standar SOP yang ditentukan.
1.2. Bersifat koordinatif dengan dan tenaga ahli lainnya yang
mendukung proses perencanaan pemipaan
1.3. Data spesifikasi dalam diagram atau tabel tekanan-entalpy
jenis cairan refrijeran primer disiapkan.
1.4. Siapkan skema mesin pendingin untuk AC, cold storage,
refrijerasi.
1.5. Beban pendinginan disiapkan dari kebutuhan dan
spesifikasi pemakaian ruangan.
1.6. Debit aliran refrijeran dalam siklus teknik pendingin
diidentifikasi
1.7. Panjang jalur pipa diidentifikasi antara komponen mesin
pendingin.
1.8. Dari skema mesin pendingin dapat dihitung jumlah fitting
pipa : belokan, tee, reduser, katub, dll
1.9. Brosur spesifikasi pipa yang mungkin dipilih disiapkan
1.10. Peralatan pekerjaan yang mendukung pekerjaan
perencanaan seperti komputer, kalkulator, mesin gambar,
meja gambar, sablon , dll disiapkan.
2. Menghitung
perencanaan
pemipaan
2.1 Detil SPK didiagnosis secara teliti..
2.2 Kapasitas debit aliran refrijeran dalam pipa dihitung
berdasarkan beban pendinginan yang dilayani mesin
pendingin
2.3 Kecepatan aliran dihitung dari debit dan diameter pipa
yang dipilih.
2.4 Kehilangan head (head loss) dihitung berdasarkan diagram
yang sesuai dengan jenis pipa.
2.5 Kehilangan daya (power losses) dalam pipa dihitung
sehingga dapat untuk menghitung power kompressor yang
dibutuhkan.
.2.5. Alat ukur, alat kontrol, peralatan asesoris lain ditentukan
agar implementasi perencanaan aman sesuai ketentuan
3. Menyimpulkan
hasil perencanaan
dalam gambar
teknik sistem
3.1. Selama proses pekerjaan selalu memeriksa hasil pekerjaan
sehingga tanpa kesalahan dan tidak mengulang pekerjaan
3.2. Jalur instalasi pemipaan digambar lengkap dengan ukuran
diameternya.
3.3. Metode penyambungan pipa (penyambungan flaring,
Republik Indonesia Standar Kompetensi Nasional bidang Teknik Pendingin
SKN : Merencara Instalasi Pemipaan Refrijeran Primer hal 2 dari 4 halaman
blazing/las), isolasi dan penutupan dengan aluminium foil
digambar detil sehingga rapat disisi dingin sesuai
ketentuan
3.5. Pemeriksaan hasil perencanaan dengan seksama sesuai ketentuan
4. Melaporkan hasil perencanaan
4.1. Semua hasil perencanaan disusun dalam buku Rencana
Kerja dan Syarat-syarat (RKS) untuk pemasangan
instalasi.
4.2 Buat buku rencana anggaran detil (BQ) untuk semua
komponen alat sesuai perencanaan
4.3. Hasil perencanaan dilaporkan dalam bentuk buku laporan
dengan lampiran buku gambar detil lengkap, RKS dan
Buku rencana anggaran (BQ)
Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja :
Batasan Konteks :
Standar kompetensi ini digunakan untuk perencanaan instalasi pemipaan
teknik pendingin baik untuk refrijeran primer maupun sekunder.
Sumber informasi/dokumen dapat termasuk :
· Kapasitas laju aliran pipa.
· Brosur spesifikasi pabrik bahan pipa
· Brosur spesifikasi isolator dan aluminium foil
· Sistem perundang-undangan
· SOP perusahaan.
· Pelaksanaan K-3.
Pelaksananaan K-3 harus memenuhi :
· Undang-undang K-3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)
· Penghargaan dibidang industri.
Sumber-sumber dapat termasuk :
· Buku referensi Teknik Pendingin, Instalasi Pemipaan.
· Peralatan untuk menghitung : kalkulator, komputer.
· Peralatan menggambar : mesin gambar, meja gambar, pensil, rapido,
komputer, program CAD dan plotter/printer ukuran A-3.
· Peralatan penggandaan : mesin fotocopy gambar (A-1)
· Bahan/kertas gambar
Kegiatan :
Kegiatan dilaksanakan di studio perencanaan dengan sistem koordinasi alat
maupun SDM yang baik.
Republik Indonesia Standar Kompetensi Nasional bidang Teknik Pendingin
SKN : Merencara Instalasi Pemipaan Refrijeran Primer hal 3 dari 4 halaman
Panduan penilaian :
Konteks :
· Pengetahuan dan ketrampilan dasar dapat dinilai melalui hasil
pekerjaan dan tanya jawab.
· Penilaian ketrampilan dapat dilakukan setelah periode kerja atau
pelatihan yang diawasi dan melakukan sendiri pada tipe pekerjaan
yang sama. Jika kondisi tempat kerja tidak memungkinkan, penilaian
dapat dilakukan dengan simulasi.
· Hasil yang telah ditetapkan harus dapat tercapai tanpa pengawasan
langsung.
Aspek-aspek kritis/penting :
Kompetensi penting diamati secara menyeluruh agar mampu menerapkan
kompetensi pada keadaan yang berubah-ubah dan merespon situasi yang
berbeda pada beberapa aspek berikut :
· Pemahaman dan komunikasi informasi pekerjaan perencanaan
· Prosedur penyambungan pipa tembaga/aluminium
· Prosedur penggambaran instalasi pemipaan.
· Prosedur diagnosis bahan pemipaan. Dijamin bahwa spesifikasi pipa
terdapat dipasaran sehingga mudah diperoleh..
Pengetahuan dasar :
· Instalasi pemipaan : sambungan : las ,bout, flens, fitting, dll
· Brosur peralatan pemipaan
· Mekanaika fluida sistem aliran dalam pipa.
Penilaian Praktek :
· Mengakses, memahami dan menerapkan informasi teknis.
· Menggunakan peralatan dan perlengkapan yang sesuai
· Mem-file data
· Menggambar sistem yang dapat diaplikasikan.
Kompetensi Kunci dan Level : Bobot
· Mengumpulkan, menganalisa dan mengatur informasi 1
· Menkomunikasikan gagasan dan informasi 1
· Merencanakan dan mengorganisasir kegiatan 2
· Bekerjasama dengan orang lain 2
· Menggunakan konsep dan teknik matematika 1
· Pemecahan masalah 1
· Menggunakan teknologi 1
Republik Indonesia Standar Kompetensi Nasional bidang Teknik Pendingin
SKN : Merencara Instalasi Pemipaan Refrijeran Primer hal 4 dari 4 halaman
Unjuk Kerja dan Ketrampilan yang diperlukan :
1. Melaksanakan tugas rutin dengan prosedur yang tetap, kemajuan
ketrampilan diawasi secara berkala oleh pengawas.
2. Melakukan pekerjaan dengan menggunakan ketrampilan dan
pengetahuan akademis serta pengetahuan dasar yang luas, dengan
beberapa konsep teoritis, intepretasi secara analitis inforemasi,
dibawah bimbingan dan evaluasi yang longgar, diberikan tanggung
jawab penuh terhadap kualitas dan kuantitas.
SKN : Merencana Cold Storage Transportasi Laut
Republik Indonesia
Standar Kompetensi Nasional bidang Teknik Pendingin
STANDAR KOMPETENSI
BIDANG TEKNIK PENDINGIN
Kode Unit : TP-D7-CS-A
Judul Unit : Merencana Cold Storage Transportasi Laut
Uraian Unit : Unit ini mengindikasikan kebutuhan kompetensi untuk
merencana Cold Storage Transportasi Laut baik untuk antar
pulau maupun untuk eksport
Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja
1. Mempersiapkan pelayanan transportasi laut (kapal)
1.1. Semua proses perencangan dilaksanakan sesuai prosedur
SOP yang ditentukan
1.2. Selalu bersifat koordinatif dengan para pakar cold storage
transportasi agar dihasilkan pekerjaan seefisien mungkin.
1.3. Karakteristik produk yang akan disimpan dalam ruang
dingin didiagnosis
1.4. Temperatur dan kelembaban ruang penyimpanan
ditentukan sesuai persyaratan
1.5. Karakteristik pengaturan ruangan, tempat penyimpanan
selama perjalanan (ruang kapal) yang dilengkapi mesin
pendingin didiagnosis
1.6. Waktu perjalanan, karakteristik sekat dan isolator panas
didiagnosis.
1.7. Faktor getaran terhadap kerusakan produk selama
perjalanan didiagnosis.
1.8. Karakteristik rak, bak penyimpan, plastik pembungkus
sayuran dan penempatan dalam ruang dingin didiagnosis.
1.9. Diagram p-h refrijeran primer dan sekunder dalam proses
perencanaan disiapkan
1.10. Dimensi dan bahan dinding cold storage diidentifikasi
1.11. Aspek perundang-undangan dan asuransi perjalanan
didiagnosis
1.12. Peralatan perencanaan seperti komputer termasuk
program CAD dan printer grafis, mesin gambar, meja
gambar, alat tulis/gambar , dll disiapkan.
2. Merancang ruang dingin (cold storage)
2.1 Semua proses perencangan harus mengikuti prosedur SOP
yang ditentukan
2.2. Temperatur dan kelembaban khusus ruang dingin dalam
ruang kapal ditentukan sesuai spesifikasi produk yang
disimpan.
2.3. Beban pendinginan maksimum cold storage dihitung
berdasarkan spesifikasi produk.
2.4. Udara ventilasi maksimum untuk buah dan sayur dihitung
dan dianalisis dengan bantuan Diagram Psychometri
2.5. Instalasi ducting direncanakan: kapasitas dan power fan,
arah udara suplai, return, dimensi, isolasi, penentuan
lokasi difuser dan grill lengkap dengan alat ukur dan alat
kontrol otomatis serta asesori lainnya.
2.6. Prakiraan beban pendinginan ruang dingin dihitung secara
keseluruhan
2.7. Siklus pendinginan dianalisis dalam p-h diagram refrijeran
dandihitung beban pendinginan evaporator, kapasitas
pendinginan kondensor, power kompresor
2.8. Kapasitas mesin pendingin dihitung (termasuk kapasitas
evaporator, kompresor dan kondensor)
2.9.. Bentuk rak dan bak penempatan produk ditentukan agar
tidak rusak sesuai produk yang disimpan.
2.10. Alat ukur, alat kontrol dan asesori ditentukan sesuai
ketentuan pengukuran.
2.11. Peletakan rel pengatur kontainer ditentukan sesuai
dengan sistem peletakan kontainer.
3. Menyimpulkan hasil perencanaan dalam gambar teknik sistem
3.1. Siklus pendinginan cold storage transportasi laut yang
telah direncanakan digambar.
3.2. Lokasi peletakan chiller, difuser, grill, sistem ducting, rel
dan kait peredam getaran.digambar dalam denah ruang
kapal
3.3. Jaringan sistem pendingin digambar.
3.4. Detil sistem pemipaan refrijeran sekunder digambar
4. Melaporkan hasil perencanaan
4.1. Semua hasil perencanaan disusun dalam buku Rencana
Kerja dan Syarat-syarat (RKS) untuk pemasangan
instalasi
4.2. Semua hasil perencanaan komponen alat sesuai dibuat
buku rencana anggaran detil (BQ)
4.3. Hasil perencanaan dsilaporkan dalam buku pelaporan
dengan lampiran buku gambar detil lengkap, RKS dan
buku rencana anggaran (BQ)
Persayaratan/Kondisi Unjuk Kerja :
Batasan Konteks :
Standar kompetensi ini digunakan untuk perencanaan sistem ruang dingin
Tranportasi alaut
Sumber informasi/dokumen dapat termasuk :
· Spesifikasi produk yang disimpan.
· Kapasitas pendinginan ruang dingin kapal.
· Sistem perundang-undangan dan asuransi perjalanan.
· Spesifikasi pabrik mesin chiller
· Spesifikasi pabrik komponen mesin pendingin
· Spesifikasi pabrik peralatan.
· Kode kapal laut
· Metode perlindungan
· SOP perusahaan.
Pelaksananaan K-3 harus memenuhi :
· Undang-undang K-3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)
· Penghargaan dibidang industri.
Sumber-sumber dapat termasuk :
· Buku referensi, ASHRAE Handbook .
· Peralatan/mesin hitung : kalkulator, komputer, program perhitungan.
· Peralatan menggambar : mesin gambar, meja gambar, pensil, rapido,
komputer, program CAD dan plotter/printer ukuran minimal A-3.
· Peralatan penggandaan : mesin fotocopy gambar (A-1), blue print.
· Bahan/kertas gambar
Kegiatan :
Kegiatan dilaksanakan di studio dengan sistem koordinasi alat maupun SDM
yang baik.
Panduan penilaian :
Konteks :
· Pengetahuan dan ketrampilan dasar dapat dinilai melalui hasil
pekerjaan dan tanya jawab.
· Penilaian ketrampilan dapat dilakukan setelah periode kerja atau
pelatihan yang diawasi dan melakukan sendiri pada tipe pekerjaan
yang sama. Jika kondisi tempat kerja tidak memungkinkan, penilaian
dapat dilakukan dengan simulasi.
· Hasil yang telah ditetapkan harus dapat tercapai tanpa pengawasan
langsung.
Aspek-aspek kritis/penting :
Kompetensi penting diamati secara menyeluruh agar mampu menerapkan
kompetensi pada keadaan yang berubah-ubah dan merespon situasi yang
berbeda pada beberapa aspek berikut :
· Pemahaman dan komunikasi informasi pekerjaan perencanaan.
· Prosedur perencanaan cold storage ransportasi laut, hasil perencanaan
dijamin dapat dilaksanakan pembangunannya.
· Prosedur perencanaan rak dan bak serta pengikat
Pengetahuan dasar :
· Spesifikasi temperatur dan kelembaban produk yang disimpan.
· Beban pendinginan : kapasitas produk, kalor sensibel, kalor laten,
penerangan lampu, perpindahan panas transmisi & radiasi, udara
ventilasi
· Analisa Diagram Psychometri.
· Ducting , bahan, isolasi, penutup isolator.
Penilaian Praktek :
· Mengakses, memahami dan menerapkan informasi teknis.
· Menggunakan peralatan dan perlengkapan yang sesuai
· Mem-file data
· Menggambar sistem yang dapat diaplikasikan.
Kompetensi Kunci dan Level Bobot
· Mengumpulkan, menganalisa dan mengatur informasi 2
· Menkomunikasikan gagasan dan informasi 1
· Merencanakan dan mengorganisasir kegiatan 2
· Bekerjasama dengan orang lain 2
· Menggunakan konsep dan teknik matematika 1
· Pemecahan masalah 1
· Menggunakan teknologi 1
Unjuk Kerja dan Ketrampilan yang diperlukan :
1. Melaksanakan tugas rutin dengan prosedur yang tetap, pengetahuan
operasional dan teori dasar, semi trampil, pemecahan masalah yang sudah
biasa, dengan ide-ide terbatas dan bekerja dibawah pengawasan dan
kendali mutu.
2. Melaksanakan proses kerja dengan ketrampilan teknis dan akademis
cuckup luas, pengetahuan lebih dari satu bidang, intepretasi analisis atas
data yang luas, mengatur sendiri dan orang lain dan bertanggung jawab
atas wujud, kaulitas dan kuantitas hasil kerja.
|
| Su | Mo | Tu | We | Th | Fr | Sa |
| | | | | 1 | 2 | 3 |
| 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
| 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 |
| 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 |
| 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 |
|